Wikipedia
Hasil penelusuran
Kamis, 20 Februari 2025
Dikerjain Anak
Hai Beb, lama ya tak jumpa. Ternyata kangen juga gak curhat. Bingung mau nulis dimana, yang aman sama kamu ajalah.
Hari ini Arsyel les sains untuk persiapan lomba omnasnya di bulan November. Pulang ngantar, aku jenguk anak² spensasi yang lagi latihan untuk lomba LKBB besok pagi di Brebes. Karena keenakan sampai jemput Arsyel pun telat. Tapi aku tahu kalau di sekolah gak ada berarti di ruman Nafis, Alan, atau Amma. Sudab ku kunjungi semua rumah teman²nya, dan Arsyel gak ada di sana.
Tadinya gak mau panik dong as my husband said "poran". Tapi naluri wanita itu diselubungi pikiran yang memghawatirkan. Gimana lagi coba soalnya gak ada info, baik di grup, wali kelas atau teman²nya. Ku tanya dong ke rumah Amma, dan kata mama Amma dia ada di rumah Dipta yang rumahnya di Bulakwungu. Jauh banget itu. Kupikir ke sana naik apa ya, apa diboncengin mamanya. Nah ku samperin rumahnya, sampai salah rumah juga 2X. 🤣. Eh pas ketemu rumahnya, gak ada lagi dong Arsyelnya. Gimana gak menjerit hati emak yang belum jelas batang hidung anaknya.
Pas cek hp.....
Lha mama nafis telpon gak kejawab. Ayah wa ada di rumah Nafis. Mama Nafis wa katanya mereka hujan²an bertiga. Alhamdulillah lega si, cuma ko nyesek ya. Yang tadinya kata mama Nafis Arsyel gak ada. Ternyata tasnya ada di rumah Nafis.
Beb, beb, aku nangis sesenggukan di jalan. Tapi kusempatkan wa ayah biar dia aja yang jemput. Aku gak bisa kuasai emosiku. Aku gak tau kenapa aku nangis. Tapi yang jelas itu nyesek banget. Aku keluarin semuanya. Dsripada aku merusak suasana anakku yang sedang menikmati kesenangannya, mending aku pulang.
Mau marah² juga percuma. Aku aja yang terlalu khawatir. Padahal sudah ditenangin sama suami biarin. Hati kecilku juga ngomong dia kan baik² aja. Yah gitu lah harus berbaik sangka biar anak juga baik² aja. Lagi² aku yang harus diperbaiki.
Poinnya balik lagi ke aku.
Rabu, 25 Desember 2024
Kegelisahanku
Kamis, 26 December 2024. 05.30 a.m
Pagi ini aku merasa belum baikan. Kerongkonganku masih sesak. Aku sakit gess, hatiku yang terluka dari kemarin belum kunjung sembuh. Keadaanku cukup tragis kalau boleh dikata. Dari pulang latihan hadroh sampai pulang ketemu suami pun aku masih dalam keadaan yang sama. Di rumah depan ada hal yang ingin aku sampaikan ke bapak terkait suami beli motor baru, rasanya kelu. Semua tertahan di leher. Kalaupun mau diungkapkan rasanya bendungan ini jebol. Daripada harus tumpah di sana, kuputuskan untuk pulang dengan harapan bisa dikeluarkan dan sembuh, plong.
Sesampainya di rumah, di sudut pintu kamar, kuluapkan semua yang tadi menyumbat di leher. Dengan suara sesenggukan yang bisa didengar semua orang. Ada rasa sesal dan takut yang aku rasakan di sana. Sesal karena tidak bisa ngobrol dengan orang tua secara leluasa. Takut karena bayang – bayang masa kecil keluar semua dalam pikiranku. Tumpah ruah di kamar sendirian. Bantal dan selimut tak henti – hentinya aku remas dan aku gigit, hanya untuk meredam suara tangis memecah suara hujan.
Aku bingung dengan keadaanku saat ini. Rasanya ingin menangis sepanjang malam. Tapi kalau dipikir kasihan diri ini, badan mungilku akan semakin mungil dengan mengikuti perasaan dan pikiran yang berkecamuk. Ada apa denganku?
Tak lama suami pun pulang. Kusiapkan semua yang ia butuhkan dan makan bersama dengan mata sembab. Aku tahu dia bingung juga menghiburku. Tipe yang jaim tidak bisa memecah suasana dengan kelembutan. Sampai makan malam selesai, kami kembali di dalam kamar. Tak sadar ucapan sindiran suamiku memecahkan bongkahan hati yang sudah sudah aku tata rapi meski tidak seperti sedia kala. Ucapan yang membahas tentang “diganggu oleh pikiran – pikiran yang membuang2 waktu”. Memang benar ucapannya, tapi saat ini bukan itu yang aku butuhkan, justru semakin dia menyindir, dan mengungkapkan hal kasar, semakin aku tolak dan berontak. Sayangnya, aku bukanlah orang yang pandai mengekspresikan sesuatu. Namun, sekalinya keluar maka akan fatal jika logikaku tidak jalan. Maka saat itu juga aku berpikir untuk apa aku ceritakan kisahku pada orang lain yang tidak peduli denganku. Yang tahu dan bisa mengendalikanku hanyalah diriku sendiri. Saat ini hanya ini yang bisa aku lakukan, mencurahkan semuanya ke kamu. Tempat berkeluh kesah. Tempat sampah terbaikku. Tanpa peduli dihujat, dimarahi maupun dikritik.
Terimakasih aku yang sudah bertahan sejauh ini. Yang peduli dengan keadaan orang lain meki kamu tidak dalam keadaan baik – baik saja. Seandainya ada yang memelukku dari belakang, mungkin aku bisa mengeluarkan semuanya lagi sampai banjir. Hanya sebagai sandaran tidak butuh yang lain. Walaupun pada akhirnya, aku harus malu pada diriku sendiri dengan keadaanku. Aku bangga pada diriku.
Pagi ini aku merasa belum baikan. Kerongkonganku masih sesak. Aku sakit gess, hatiku yang terluka dari kemarin belum kunjung sembuh. Keadaanku cukup tragis kalau boleh dikata. Dari pulang latihan hadroh sampai pulang ketemu suami pun aku masih dalam keadaan yang sama. Di rumah depan ada hal yang ingin aku sampaikan ke bapak terkait suami beli motor baru, rasanya kelu. Semua tertahan di leher. Kalaupun mau diungkapkan rasanya bendungan ini jebol. Daripada harus tumpah di sana, kuputuskan untuk pulang dengan harapan bisa dikeluarkan dan sembuh, plong.
Sesampainya di rumah, di sudut pintu kamar, kuluapkan semua yang tadi menyumbat di leher. Dengan suara sesenggukan yang bisa didengar semua orang. Ada rasa sesal dan takut yang aku rasakan di sana. Sesal karena tidak bisa ngobrol dengan orang tua secara leluasa. Takut karena bayang – bayang masa kecil keluar semua dalam pikiranku. Tumpah ruah di kamar sendirian. Bantal dan selimut tak henti – hentinya aku remas dan aku gigit, hanya untuk meredam suara tangis memecah suara hujan.
Aku bingung dengan keadaanku saat ini. Rasanya ingin menangis sepanjang malam. Tapi kalau dipikir kasihan diri ini, badan mungilku akan semakin mungil dengan mengikuti perasaan dan pikiran yang berkecamuk. Ada apa denganku?
Tak lama suami pun pulang. Kusiapkan semua yang ia butuhkan dan makan bersama dengan mata sembab. Aku tahu dia bingung juga menghiburku. Tipe yang jaim tidak bisa memecah suasana dengan kelembutan. Sampai makan malam selesai, kami kembali di dalam kamar. Tak sadar ucapan sindiran suamiku memecahkan bongkahan hati yang sudah sudah aku tata rapi meski tidak seperti sedia kala. Ucapan yang membahas tentang “diganggu oleh pikiran – pikiran yang membuang2 waktu”. Memang benar ucapannya, tapi saat ini bukan itu yang aku butuhkan, justru semakin dia menyindir, dan mengungkapkan hal kasar, semakin aku tolak dan berontak. Sayangnya, aku bukanlah orang yang pandai mengekspresikan sesuatu. Namun, sekalinya keluar maka akan fatal jika logikaku tidak jalan. Maka saat itu juga aku berpikir untuk apa aku ceritakan kisahku pada orang lain yang tidak peduli denganku. Yang tahu dan bisa mengendalikanku hanyalah diriku sendiri. Saat ini hanya ini yang bisa aku lakukan, mencurahkan semuanya ke kamu. Tempat berkeluh kesah. Tempat sampah terbaikku. Tanpa peduli dihujat, dimarahi maupun dikritik.
Terimakasih aku yang sudah bertahan sejauh ini. Yang peduli dengan keadaan orang lain meki kamu tidak dalam keadaan baik – baik saja. Seandainya ada yang memelukku dari belakang, mungkin aku bisa mengeluarkan semuanya lagi sampai banjir. Hanya sebagai sandaran tidak butuh yang lain. Walaupun pada akhirnya, aku harus malu pada diriku sendiri dengan keadaanku. Aku bangga pada diriku.
Selasa, 24 Desember 2024
Karena Dia, Satu Kata Darimu Buatku Meledak
Rabu, 25 Desember 2024. 11.06 a.m
Hai ayah, aku hanya ingin bercerita denganmu selepas kamu pergi dari rumah setelah kita bercinta.
Dear aku yang sedang menata hati supaya bisa menulis curahan hati ini dengan runut dan terbuka, sehingga semuanya keluar seperti apa yang tadi aku curahan lewat air mataku di kamar afi. Aku yang tak henti – hentinya menata emosi. Menjadi stabil tidaklah mudah. Bahkan di depan orang lain aku bisa terlihat baik – baik saja, padahal sebenarnya tidak. Apalagi pagi ini dikagetkan dengan notif minion yang stalker media sosialku dengan caption yang membuatku jengkel. Dan secara bersamaan suasana hatiku berubah. Kuceritakan itu ke kamu dan adikku dengan rasa yang biasa saja. Sejatinya aku terguncang bahkan ingin memakinya. Rasanya kalau itu terjadi akan sia – sia waktu, tenaga, dan pikiranku.
Aku sudah merasa baik ketika semua akses yang terhubung ke dia aku putuskan. Nyatanya dia masih saja ingin tahu kehidupanku lebih jauh. Ada rasa takut yang besar. Bukan berarti aku takut karena melakukan hal yang salah. Tapi aku takut tidak ada lagi orang yang percaya kepadaku. Tidak ada lagi orang yang sayang padaku. Bahkan untuk menunjukkan rasa simpati kepadaku pun tidak. Itu yang sedang berkecamuk dalam pikiranku.
Hingga akhirnya kau ucapkan kata yang membuatku menjadi memuncak. “ayah jangan lupa pakaian yang di atas”. Seruku di tempat cuci baju. “apa sih…. Bu”. Jawabmu dengan suara yang tak biasanya. Karena suasana hatiku sedang tidak bisa diajak kompromi akupun ikut mengambil arti dari ucapanmu. Juga denganmu, aku tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan saat itu. Entah timingku yang tidak pas atau memang kamu yang tidak suka dengan kerewelanku ketika melihatmu santai sedikit di rumah. Aku sangat berterimakasih karena kamu sudah banyak membantu urusan rumah untukku. Jikalau aku bisa dan memilih aku lebih suka focus di rumah dibandingkan harus disambi menjadi ibu berkarir. Tapi aku sudah terjun dan terlanjur basah. Jadi aku harus bisa mengendalikan semua. Sesuai apa yang kamu ajarkan “semuanya senyampainya.” Dan aku mengartikan itu dengan jalani semuanya dengan kerelaan hati dan banyak bersyukur karena masih banyak orang yang tidak seberuntung aku.
Terkadang kalau perasaan lagi mendominasi ingin sekali mengungkapkan semuanya di depanmu. Sayangnya aku tidak bisa merangkai kata, hanya bisa mengalirkan lewat teriakan di tempat yang sepi, sendirian, mengamuk dan memukul apa yang ada di depan sambil membayangkan aku bisa dipeluk dan ditenangkan olehmu. Tapi sayang itu tidak mungkin terjadi, karena aku tahu, kamu tipe orang yang tidak tahan melihat hal demikian, bahkan bingung harus bersikap bagaimana. Biarkan aku saja yang membayangkan itu supaya aku juga bisa mengendalikan diriku sendiri. Aku masih punya Allah yang senantiasa mendengarkan semua tingkah lakuku saat itu. Setelah aku keluarkan semua termasuk dengan ucapan “brengsek. Ngger ora pengin dikongkon ora sah ngepe pakaian ning duwur. Ora ngarti apa nek bulak balik manjat sikil kumat. Diladeni uwis, terimakasih ora. Jaluk tulung malah ngresula”.
Aku tahu mungkin itu semua bukan yang kamu maksudkan, tapi itulah isi hatiku. Sempat terpikir juga kenapa istri tidak boleh berkata seenaknya sendiri di depan suaminya, apalagi menjawab perkataan suaminya ketika tidak sesuai dengan dirinya. Dan ini pertanyaan yang tidak usah kamu jawab. Karena aku tahu jawabannya dan contohnya sudah ada. Ini hany selintas iklan yang lewat di kepalaku.
Dengan tangis yang masih menghiasi pikiranku sampai sesenggukan. Akupun merasa kasihan dengan diriku sendiri sambil ngomong dengan bantal. “aku tidak minta banyak ke kamu, bahkan untuk motorpun aku tidak begitu prioritas. Hanya saja aku terima semua hadiah yang akan kamu berikan sebagai wujud kasih sayangmu ke aku, maafkan aku kalau kamu berpikir aku tidak begitu antusias dalam merespon.”
Kalau boleh memilih. Hal urgent saat ini untukku memperbaiki dapur yang kurang dengan penerangan, memasang jek listrik di dapur, membersihkan kamar mandi bersama supaya tidak licin, kita nyaman uyut aman, dan mengecet kamar tidur yang sudah lama aku minta luangkan waktumu untuk itu. Hal receh tapi aku suka dan bahagia. Tapi balik lagi aku hanya bisa berdoa semoga aku bisa ngomong lagi hal itu ke kamu supaya gak terkesan begitu rewel.
Aku adalah tipe wanita yang suka dengan soft spoken tapi mendapati partner yang berkebalikan karakternya dengan apa yang aku harapkan. Aku pikir aku yang harus memulai duluan. Oke aku akan belajar meski itu tidak mudah. Ada harapan ketika aku memulainya akan mendapatkan perlindungan dari kalian dan ucapan terima kasih dari kalian semua. Terutama dari Arsyel yang kan selalu melindungi ibunya kelak. Mudah-mudahan diijabah.
Aku sih berharap setelah kamu baca tulisan recehku ini yang tidak ada artinya tidak lagi menjadikanmu menggagalkan apa yang sudah kamu rencanakan. Eh tapi aku yang terlalu sibuk peduli dengan perasaanmu aja kali ya. Itu uangmu terserah mau kamu apakan. Untuk jalan – jalan ke jogja akupun tidak menuntuk banyak mau terealisasi atau tidak, tapi yang jelas Arsyel pengin ke sana. Kalaupun cancel juga tidak masalah. Tinggal nanti gimana ngmong ke anaknya dan tidak kecewa. Aku juga memikirkan budget ke sana karna di tabunganku hanya ada 2 juta untuk bisa main ke jogja.
Aku minta maaf yah sudah begitu banyak merepotkanmu. Terlebih ketika hati ini goyah. Aku yang kurang mendekatkan diri sama Allah kali ya jadi emosinya tidak stabil tidak seperti kamu yang sudah level dewa. Asli, gegara notif ig dan komenan dia, suasana hatiku berubah. Tapi terimakasih untuk semuanya, kamulah tumpuanku, tanpamu apalah artinya aku. Thanks for all. Sayang ayah…. Love you <3 <3 <3
Hai ayah, aku hanya ingin bercerita denganmu selepas kamu pergi dari rumah setelah kita bercinta.
Dear aku yang sedang menata hati supaya bisa menulis curahan hati ini dengan runut dan terbuka, sehingga semuanya keluar seperti apa yang tadi aku curahan lewat air mataku di kamar afi. Aku yang tak henti – hentinya menata emosi. Menjadi stabil tidaklah mudah. Bahkan di depan orang lain aku bisa terlihat baik – baik saja, padahal sebenarnya tidak. Apalagi pagi ini dikagetkan dengan notif minion yang stalker media sosialku dengan caption yang membuatku jengkel. Dan secara bersamaan suasana hatiku berubah. Kuceritakan itu ke kamu dan adikku dengan rasa yang biasa saja. Sejatinya aku terguncang bahkan ingin memakinya. Rasanya kalau itu terjadi akan sia – sia waktu, tenaga, dan pikiranku.
Aku sudah merasa baik ketika semua akses yang terhubung ke dia aku putuskan. Nyatanya dia masih saja ingin tahu kehidupanku lebih jauh. Ada rasa takut yang besar. Bukan berarti aku takut karena melakukan hal yang salah. Tapi aku takut tidak ada lagi orang yang percaya kepadaku. Tidak ada lagi orang yang sayang padaku. Bahkan untuk menunjukkan rasa simpati kepadaku pun tidak. Itu yang sedang berkecamuk dalam pikiranku.
Hingga akhirnya kau ucapkan kata yang membuatku menjadi memuncak. “ayah jangan lupa pakaian yang di atas”. Seruku di tempat cuci baju. “apa sih…. Bu”. Jawabmu dengan suara yang tak biasanya. Karena suasana hatiku sedang tidak bisa diajak kompromi akupun ikut mengambil arti dari ucapanmu. Juga denganmu, aku tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan saat itu. Entah timingku yang tidak pas atau memang kamu yang tidak suka dengan kerewelanku ketika melihatmu santai sedikit di rumah. Aku sangat berterimakasih karena kamu sudah banyak membantu urusan rumah untukku. Jikalau aku bisa dan memilih aku lebih suka focus di rumah dibandingkan harus disambi menjadi ibu berkarir. Tapi aku sudah terjun dan terlanjur basah. Jadi aku harus bisa mengendalikan semua. Sesuai apa yang kamu ajarkan “semuanya senyampainya.” Dan aku mengartikan itu dengan jalani semuanya dengan kerelaan hati dan banyak bersyukur karena masih banyak orang yang tidak seberuntung aku.
Terkadang kalau perasaan lagi mendominasi ingin sekali mengungkapkan semuanya di depanmu. Sayangnya aku tidak bisa merangkai kata, hanya bisa mengalirkan lewat teriakan di tempat yang sepi, sendirian, mengamuk dan memukul apa yang ada di depan sambil membayangkan aku bisa dipeluk dan ditenangkan olehmu. Tapi sayang itu tidak mungkin terjadi, karena aku tahu, kamu tipe orang yang tidak tahan melihat hal demikian, bahkan bingung harus bersikap bagaimana. Biarkan aku saja yang membayangkan itu supaya aku juga bisa mengendalikan diriku sendiri. Aku masih punya Allah yang senantiasa mendengarkan semua tingkah lakuku saat itu. Setelah aku keluarkan semua termasuk dengan ucapan “brengsek. Ngger ora pengin dikongkon ora sah ngepe pakaian ning duwur. Ora ngarti apa nek bulak balik manjat sikil kumat. Diladeni uwis, terimakasih ora. Jaluk tulung malah ngresula”.
Aku tahu mungkin itu semua bukan yang kamu maksudkan, tapi itulah isi hatiku. Sempat terpikir juga kenapa istri tidak boleh berkata seenaknya sendiri di depan suaminya, apalagi menjawab perkataan suaminya ketika tidak sesuai dengan dirinya. Dan ini pertanyaan yang tidak usah kamu jawab. Karena aku tahu jawabannya dan contohnya sudah ada. Ini hany selintas iklan yang lewat di kepalaku.
Dengan tangis yang masih menghiasi pikiranku sampai sesenggukan. Akupun merasa kasihan dengan diriku sendiri sambil ngomong dengan bantal. “aku tidak minta banyak ke kamu, bahkan untuk motorpun aku tidak begitu prioritas. Hanya saja aku terima semua hadiah yang akan kamu berikan sebagai wujud kasih sayangmu ke aku, maafkan aku kalau kamu berpikir aku tidak begitu antusias dalam merespon.”
Kalau boleh memilih. Hal urgent saat ini untukku memperbaiki dapur yang kurang dengan penerangan, memasang jek listrik di dapur, membersihkan kamar mandi bersama supaya tidak licin, kita nyaman uyut aman, dan mengecet kamar tidur yang sudah lama aku minta luangkan waktumu untuk itu. Hal receh tapi aku suka dan bahagia. Tapi balik lagi aku hanya bisa berdoa semoga aku bisa ngomong lagi hal itu ke kamu supaya gak terkesan begitu rewel.
Aku adalah tipe wanita yang suka dengan soft spoken tapi mendapati partner yang berkebalikan karakternya dengan apa yang aku harapkan. Aku pikir aku yang harus memulai duluan. Oke aku akan belajar meski itu tidak mudah. Ada harapan ketika aku memulainya akan mendapatkan perlindungan dari kalian dan ucapan terima kasih dari kalian semua. Terutama dari Arsyel yang kan selalu melindungi ibunya kelak. Mudah-mudahan diijabah.
Aku sih berharap setelah kamu baca tulisan recehku ini yang tidak ada artinya tidak lagi menjadikanmu menggagalkan apa yang sudah kamu rencanakan. Eh tapi aku yang terlalu sibuk peduli dengan perasaanmu aja kali ya. Itu uangmu terserah mau kamu apakan. Untuk jalan – jalan ke jogja akupun tidak menuntuk banyak mau terealisasi atau tidak, tapi yang jelas Arsyel pengin ke sana. Kalaupun cancel juga tidak masalah. Tinggal nanti gimana ngmong ke anaknya dan tidak kecewa. Aku juga memikirkan budget ke sana karna di tabunganku hanya ada 2 juta untuk bisa main ke jogja.
Aku minta maaf yah sudah begitu banyak merepotkanmu. Terlebih ketika hati ini goyah. Aku yang kurang mendekatkan diri sama Allah kali ya jadi emosinya tidak stabil tidak seperti kamu yang sudah level dewa. Asli, gegara notif ig dan komenan dia, suasana hatiku berubah. Tapi terimakasih untuk semuanya, kamulah tumpuanku, tanpamu apalah artinya aku. Thanks for all. Sayang ayah…. Love you <3 <3 <3
Kamis, 12 Desember 2019
Benarkah Jadi PNS Menggiurkan, Ini Faktanya
Hai Takaiters tertarik jadi Pegawai Negeri Sipil atau biasa disingkat PNS?. Tahun ini pemerintah kembali membuka kesempatan bagi para pejuang yang ingin mengganti platnya menjadi plat merah dan menduduki kursi panas sebagai abdi negara. Profesi yang terkenal dengan kemapanan dan jaminan masa tua ini memang tidak pernah kehilangan pesonanya.
Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, pendaftaran sudah mulai dibuka. Dua hari setelahnya, tercatat sudah terdapat 2,3 juta jiwa yang telah membuat kartu akun pendaftaran CPNS. Tercatat dalam lampiran Kementerian Agama menempati sebagai kementerian dengan formasi terbanyak 5.815. Disusul Kementerian Hukum dan HAM 4.598. Sementara formasi terkecil Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Riset dan Teknologi, masing-masing 11 formasi.
Sedangkan untuk formasi daerah, DKI Jakarta masih menempati posisi tertinggi dengan 3.958 dan terendah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, 18 formasi.
Namun, daya tarik profesi PNS tidak sama dampaknya pada semua orang. Ada juga yang enggan melirik jabatan menjadi PNS. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang beberapa alasan kamu mulai mempertimbangkan menjajal profesi sebagai PNS. Ini terangkum dari beberapa pengalaman PNS dan CPNS dari berbagai instansi.
Kali ini sedikit dijelaskan tentang alasan menjadi PNS. Kalau belum tahu fakta yang sebenarnya nggak boleh terlalu cepat memutuskan ‘kan?
Stabilitas Ekonomi yang Terjamin.
Kamu hanya perlu bekerja dan tak perlu khawatir pada kondisi pasar maupun perampingan karyawan. Dalam pekerjaan ini jika kamu orang yang selalu butuh kepastian maka PNS adalah profesi yang cocok untuk dijajal. Kamu akan terus mendapatkan pekerjaan ini selamanya sekali diterima. Kecuali dalam beberapa kondisi saat kamu melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik.
Gaji yang Signifikan.
Gaji PNS memang tidak sebesar gaji sektor swasta tapi tunjangannya cukup menggiurkan dan kamu punya waktu untuk berwirausaha. Jangan dikira sebagai PNS itu susah! Selain gaji pokok yang lebih kecil dari sektor swasta, masih ada tunjangan lain yang bisa kamu terima. Tunjangan kinerja, tunjangan makan, hingga tunjangan keluarga bisa menambah nominal untuk mengisi rekeningmu.
Kesempatan untuk berwirausaha juga terbuka lebar. Waktu yang relatif fleksibel tidak akan menghalangimu untuk berkreativitas dan berbisnis. Tak jarang PNS yang berwirausaha memilih bisnis yang dekat dengan kebutuhan pekerjaan mereka. Seperti catering, membuat seminar kit. Misalnya ketika instansi mengadakan rapat dan membutuhkan seminar kit atau konsumsi, kamu bisa menawarkan dengan mudah bisnismu.
Karir yang Jelas dan Panjang.
Tawaran jenjang karir yang panjang dan jelas sangat mungkin diberikan oleh pekerjaan ini. Jika kamu berhasil menduduki kursi sebagai PNS maka langkah awal kamu ditentukan oleh pendidikan terakhir yang kamu miliki. Secara berkala maka eselon tersebut akan meningkat.
Tak perlu khawatir mentok dalam pekerjaan. Jika kamu telah mencapai titik maksimalmu di suatu instansi maka kamu bisa mutasi ke instansi lain yang membutuhkanmu.
Jadi, masih mau mengira bekerja sebagai PNS itu minim tantangan?
Sebagai anak muda, yang kaya akan ide-ide dan gagasan segar, pekerjaan sebagai PNS sesungguhnya layak untuk diperhitungkan. Di pekerjaan ini, kamu punya kesempatan untuk mengaplikasikan ide dan gagasan secara luas yang kamu miliki. Dampakanya kepada masyarakat juga akan terasa.
PNS kini bukanlah pekerjaan yang membosankan yang hanya cocok untuk bapak-bapak perut buncit. Anak muda yang kaya akan ide, gagasan, dan kreativitas sangat cocok masuk dalam pekerjaan ini.
Setelah dijabarkan beberapa alasan tentang pekerjaan sebagai PNS apakah semakin tertarik menjadi abdi negara? Atau malah ada yang justru merasa enggan?
Apapun keputusanmu, semoga karir yang sedang kamu jalani semakin sukses!
Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, pendaftaran sudah mulai dibuka. Dua hari setelahnya, tercatat sudah terdapat 2,3 juta jiwa yang telah membuat kartu akun pendaftaran CPNS. Tercatat dalam lampiran Kementerian Agama menempati sebagai kementerian dengan formasi terbanyak 5.815. Disusul Kementerian Hukum dan HAM 4.598. Sementara formasi terkecil Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Riset dan Teknologi, masing-masing 11 formasi.
Sedangkan untuk formasi daerah, DKI Jakarta masih menempati posisi tertinggi dengan 3.958 dan terendah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, 18 formasi.
Namun, daya tarik profesi PNS tidak sama dampaknya pada semua orang. Ada juga yang enggan melirik jabatan menjadi PNS. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang beberapa alasan kamu mulai mempertimbangkan menjajal profesi sebagai PNS. Ini terangkum dari beberapa pengalaman PNS dan CPNS dari berbagai instansi.
Kali ini sedikit dijelaskan tentang alasan menjadi PNS. Kalau belum tahu fakta yang sebenarnya nggak boleh terlalu cepat memutuskan ‘kan?
Stabilitas Ekonomi yang Terjamin.
Kamu hanya perlu bekerja dan tak perlu khawatir pada kondisi pasar maupun perampingan karyawan. Dalam pekerjaan ini jika kamu orang yang selalu butuh kepastian maka PNS adalah profesi yang cocok untuk dijajal. Kamu akan terus mendapatkan pekerjaan ini selamanya sekali diterima. Kecuali dalam beberapa kondisi saat kamu melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik.
Gaji yang Signifikan.
Gaji PNS memang tidak sebesar gaji sektor swasta tapi tunjangannya cukup menggiurkan dan kamu punya waktu untuk berwirausaha. Jangan dikira sebagai PNS itu susah! Selain gaji pokok yang lebih kecil dari sektor swasta, masih ada tunjangan lain yang bisa kamu terima. Tunjangan kinerja, tunjangan makan, hingga tunjangan keluarga bisa menambah nominal untuk mengisi rekeningmu.
Kesempatan untuk berwirausaha juga terbuka lebar. Waktu yang relatif fleksibel tidak akan menghalangimu untuk berkreativitas dan berbisnis. Tak jarang PNS yang berwirausaha memilih bisnis yang dekat dengan kebutuhan pekerjaan mereka. Seperti catering, membuat seminar kit. Misalnya ketika instansi mengadakan rapat dan membutuhkan seminar kit atau konsumsi, kamu bisa menawarkan dengan mudah bisnismu.
Karir yang Jelas dan Panjang.
Tawaran jenjang karir yang panjang dan jelas sangat mungkin diberikan oleh pekerjaan ini. Jika kamu berhasil menduduki kursi sebagai PNS maka langkah awal kamu ditentukan oleh pendidikan terakhir yang kamu miliki. Secara berkala maka eselon tersebut akan meningkat.
Tak perlu khawatir mentok dalam pekerjaan. Jika kamu telah mencapai titik maksimalmu di suatu instansi maka kamu bisa mutasi ke instansi lain yang membutuhkanmu.
Jadi, masih mau mengira bekerja sebagai PNS itu minim tantangan?
Sebagai anak muda, yang kaya akan ide-ide dan gagasan segar, pekerjaan sebagai PNS sesungguhnya layak untuk diperhitungkan. Di pekerjaan ini, kamu punya kesempatan untuk mengaplikasikan ide dan gagasan secara luas yang kamu miliki. Dampakanya kepada masyarakat juga akan terasa.
PNS kini bukanlah pekerjaan yang membosankan yang hanya cocok untuk bapak-bapak perut buncit. Anak muda yang kaya akan ide, gagasan, dan kreativitas sangat cocok masuk dalam pekerjaan ini.
Setelah dijabarkan beberapa alasan tentang pekerjaan sebagai PNS apakah semakin tertarik menjadi abdi negara? Atau malah ada yang justru merasa enggan?
Apapun keputusanmu, semoga karir yang sedang kamu jalani semakin sukses!
Sering Uring-Uringan, Ini Dia Tips Komunikasi Efektif dengan Pasangan
Komunikasi efektif merupakan suatu hal yang harus dibina dengan baik diberbagai aspek kehidupan, termasuk diantaranya adalah hubungan dengan pasangan. Komunikasi efektif merupakan suatu bentuk di mana komunikan bisa menangkap apa yang disampaikan oleh komunikator. Ketika komunikan berhasil menangkap apa yang disampaikan oleh komunikator maka disitulah terjadi komunikasi efektif.
Ada banyak cara dalam menciptakan komunikasi efektif, terutama pada pasangan Anda. Faktanya, ada banyak hubungan kandas di tengah jalan dikarenakan komunikasi yang tidak efektif yang menyebabkan kesalahpahaman, dan akhirnya membuat hubungan menjadi hancur dan retak.
Nah, berikut ini ada beberapa cara membangun komunikasi yang efektif dengan pasangan yang bisa Anda aplikasikan dengan mudah untuk mempertahankan hubungan menjadi lebih baik.
Jangan Berbicara Berbelit-Belit.
Salah satu penyebab komunikasi tidak efektif adalah ketika komunikator berbicara terlalu berbelit-belit. Hal ini akan sangat sulit mengembangkan komunikasi menjadi efektif, karena komunikan atau pasangan Anda akan sulit dan tidak paham menangkap apa yang maksud dari pembicaraan Anda.
Untuk itu, berbicaralah dengan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti oleh pasangan Anda. Ini akan membantu Anda dalam menciptakan komunikasi yang efektif.
Bertanya Apabila Tidak Memahami Maksud Pembicaraan.
Pada dasarnya, pertanyaan bisa jadi jalan pembuka sebuah percakapan. Komunikasi yang berhasil terjadi apabila komunikator dan komunikan bisa memahami apa yang disampaikan. Apabila Anda tidak memahami pembicaraan pasangan Anda, jangan sungkan untuk bertanya maksud dari ucapan atau pembicaraan tersebut. Hal ini akan sangat membantu supaya tidak terjadi kesalahpahaman akibat komunikasi yang tidak efektif.
Luangkan Waktu.
Luangkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati dengan pasangan. Dengan demikian, keterbukaan dan kehangatan akan tercipta antara Anda dan pasangan.
Hindari Ego.
Saat berbicara dengan pasangan, hindari ego masing-masing yang hanya mempersulit keadaan. Seringkali pertengkaran terjadi seringkali dipicu akibat adanya ego pribadi yang menguasai. Tidak adanya rasa ingin mengerti dan mau untuk mengalah hanya akan mempersulit keharmonisan suatu hubungan pasangan itu sendiri. Kedewasaan dari masing-masing pasanganlah kunci dari suksesnya komunikasi efektif.
Jangan Mau Menang Sendiri
Adakalanya pendapat yang kita utarakan seolah-olah benar. Namun, pada saat berbicara dengan pasangan memenangkan pendapat sendiri adalah hal yang sangat tidak dianjurkan. Keinginan untuk selalu menang tidak akan mempermudah berbicara kepada pasangan Anda. Fokuslah kepada solusi bukan kompetensi.
Pada dasarnya, komunikasi merupakan suatu elemen penting dalam menciptakan suatu hubungan yang harmonis. Ini akan terbangun dengan baik ketika keduanya bisa saling terbuka dan memahami satu sama lain. Jika Anda ingin mempertahankan hubungan menjadi lebih baik maka Anda harus mampu menciptakan komunikasi efektif bersama pasangan Anda.
Ada banyak cara dalam menciptakan komunikasi efektif, terutama pada pasangan Anda. Faktanya, ada banyak hubungan kandas di tengah jalan dikarenakan komunikasi yang tidak efektif yang menyebabkan kesalahpahaman, dan akhirnya membuat hubungan menjadi hancur dan retak.
Nah, berikut ini ada beberapa cara membangun komunikasi yang efektif dengan pasangan yang bisa Anda aplikasikan dengan mudah untuk mempertahankan hubungan menjadi lebih baik.
Jangan Berbicara Berbelit-Belit.
Salah satu penyebab komunikasi tidak efektif adalah ketika komunikator berbicara terlalu berbelit-belit. Hal ini akan sangat sulit mengembangkan komunikasi menjadi efektif, karena komunikan atau pasangan Anda akan sulit dan tidak paham menangkap apa yang maksud dari pembicaraan Anda.
Untuk itu, berbicaralah dengan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti oleh pasangan Anda. Ini akan membantu Anda dalam menciptakan komunikasi yang efektif.
Bertanya Apabila Tidak Memahami Maksud Pembicaraan.
Pada dasarnya, pertanyaan bisa jadi jalan pembuka sebuah percakapan. Komunikasi yang berhasil terjadi apabila komunikator dan komunikan bisa memahami apa yang disampaikan. Apabila Anda tidak memahami pembicaraan pasangan Anda, jangan sungkan untuk bertanya maksud dari ucapan atau pembicaraan tersebut. Hal ini akan sangat membantu supaya tidak terjadi kesalahpahaman akibat komunikasi yang tidak efektif.
Luangkan Waktu.
Luangkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati dengan pasangan. Dengan demikian, keterbukaan dan kehangatan akan tercipta antara Anda dan pasangan.
Hindari Ego.
Saat berbicara dengan pasangan, hindari ego masing-masing yang hanya mempersulit keadaan. Seringkali pertengkaran terjadi seringkali dipicu akibat adanya ego pribadi yang menguasai. Tidak adanya rasa ingin mengerti dan mau untuk mengalah hanya akan mempersulit keharmonisan suatu hubungan pasangan itu sendiri. Kedewasaan dari masing-masing pasanganlah kunci dari suksesnya komunikasi efektif.
Jangan Mau Menang Sendiri
Adakalanya pendapat yang kita utarakan seolah-olah benar. Namun, pada saat berbicara dengan pasangan memenangkan pendapat sendiri adalah hal yang sangat tidak dianjurkan. Keinginan untuk selalu menang tidak akan mempermudah berbicara kepada pasangan Anda. Fokuslah kepada solusi bukan kompetensi.
Pada dasarnya, komunikasi merupakan suatu elemen penting dalam menciptakan suatu hubungan yang harmonis. Ini akan terbangun dengan baik ketika keduanya bisa saling terbuka dan memahami satu sama lain. Jika Anda ingin mempertahankan hubungan menjadi lebih baik maka Anda harus mampu menciptakan komunikasi efektif bersama pasangan Anda.
Biasakan Membaca Buku Sejak Dini dan Temukan Manfaatnya!
Sebagian orang tua mungkin merasa malas bahkan enggan meluangkan waktu untuk membacakan buku kepada buah hatinya. Mereka mungkin berpikir bahwa si kecil belum mengerti jika dibacakan sebuah cerita.
Tahukah Bunda, kebiasaan baik membaca buku sudah bisa dilakukan semenjak bayi masih di dalam kandungan. Ketika usia kehamilan memasuki 3 bulan. Pada masa ini, ia telah dapat mendengar bunyi-bunyian dan percakapan baik suara Anda maupun suara dari luar perut ibunya. Tak jarang banyak orang tua yang memperdengarkan musik ataupun murotal Alqur’an kepada sang bayi.
Selain mendengarkan musik ataupun murotal Alqur’an kegiatan membaca juga berdampak baik untuk bayi lho. Yuk simak apa saja manfaatnya?
Membangun Percaya Diri.
Dengan dibiasakan membaca sejak dini, anak akan mempunyai bekal dalam bertutur kata. Hal ini dapat menumbuhkan rasa percaya tinggi yang bagus pada anak. Bank kosakata yang ia dapat tersimpan rapi di otak mereka sehingga akan sangat mudah diajak berbincang-bincang dengan orang lain.
Memperbanyak Kosakata.
Seperti yang kita ketahui bahwa dengan membaca perbendaharaan kata baru akan kita dapatkan. Dengan membaca anak akan dengan mudah bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan.
Meningkatkan Memori.
Otak adalah organ yang luar biasa. Fungsinya adalah mengingat hal-hal dengan mudah. Masa keemasan anak merupakan masa yang sangat tepat untuk diberikan asupan positif. Karena fungsi otak bekerja dengan maksimal. Setiap kata yang Anda baca akan tersimpan dengan baik oleh otak.
Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi.
Ketika Anda membacakan buku, perhatian anak akan terfokus pada cerita. Seakan-akan dunia lain hilang begitu saja. Pada saat inilah anak dapat melibatkan diri dalam setiap detail yang ia rasakan. Daya konsentrasinya juga terlatih pada saat membaca. Semakin sering anak membaca maka kemampuan konsentrasinya akan meningkat.
Meningkatkan kecerdasan.
Salah satu cara paling murah, mudah, dan dapat langsung dilakukan untuk mempertajam kemampuan otak adalah membaca. Pernahkah Anda berpikir bahwa anak bisa menyelesaikan permasalahannya lewat membaca? Tanpa disadari tingkat kecerdasan anak terlatih melalui membaca. Anak akan dengan mudah memproyeksikan apa yang ia baca melalui kehidupan nyata.
Lalu mengapa harus buku? Bukan artikel dan koran? Karena buku adalah media yang lebih mudah mengikat dan membaur dengan pikiran para pembaca. Melalui bukulah anak bisa berimajinasi sesuai dengan pemikiran mereka.
Memang membutuhkan usaha yang tidak instan dan tidak mudah. Dalam hal ini peran orang tua sangatlah diperlukan. Agar termotivasi untuk mengajarkan anak untuk membiasakan diri dengan buku bacaan, pastikan untuk selalu mengingat pentingnya manfaat membaca buku pada anak.
Tahukah Bunda, kebiasaan baik membaca buku sudah bisa dilakukan semenjak bayi masih di dalam kandungan. Ketika usia kehamilan memasuki 3 bulan. Pada masa ini, ia telah dapat mendengar bunyi-bunyian dan percakapan baik suara Anda maupun suara dari luar perut ibunya. Tak jarang banyak orang tua yang memperdengarkan musik ataupun murotal Alqur’an kepada sang bayi.
Selain mendengarkan musik ataupun murotal Alqur’an kegiatan membaca juga berdampak baik untuk bayi lho. Yuk simak apa saja manfaatnya?
Membangun Percaya Diri.
Dengan dibiasakan membaca sejak dini, anak akan mempunyai bekal dalam bertutur kata. Hal ini dapat menumbuhkan rasa percaya tinggi yang bagus pada anak. Bank kosakata yang ia dapat tersimpan rapi di otak mereka sehingga akan sangat mudah diajak berbincang-bincang dengan orang lain.
Memperbanyak Kosakata.
Seperti yang kita ketahui bahwa dengan membaca perbendaharaan kata baru akan kita dapatkan. Dengan membaca anak akan dengan mudah bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan.
Meningkatkan Memori.
Otak adalah organ yang luar biasa. Fungsinya adalah mengingat hal-hal dengan mudah. Masa keemasan anak merupakan masa yang sangat tepat untuk diberikan asupan positif. Karena fungsi otak bekerja dengan maksimal. Setiap kata yang Anda baca akan tersimpan dengan baik oleh otak.
Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi.
Ketika Anda membacakan buku, perhatian anak akan terfokus pada cerita. Seakan-akan dunia lain hilang begitu saja. Pada saat inilah anak dapat melibatkan diri dalam setiap detail yang ia rasakan. Daya konsentrasinya juga terlatih pada saat membaca. Semakin sering anak membaca maka kemampuan konsentrasinya akan meningkat.
Meningkatkan kecerdasan.
Salah satu cara paling murah, mudah, dan dapat langsung dilakukan untuk mempertajam kemampuan otak adalah membaca. Pernahkah Anda berpikir bahwa anak bisa menyelesaikan permasalahannya lewat membaca? Tanpa disadari tingkat kecerdasan anak terlatih melalui membaca. Anak akan dengan mudah memproyeksikan apa yang ia baca melalui kehidupan nyata.
Lalu mengapa harus buku? Bukan artikel dan koran? Karena buku adalah media yang lebih mudah mengikat dan membaur dengan pikiran para pembaca. Melalui bukulah anak bisa berimajinasi sesuai dengan pemikiran mereka.
Memang membutuhkan usaha yang tidak instan dan tidak mudah. Dalam hal ini peran orang tua sangatlah diperlukan. Agar termotivasi untuk mengajarkan anak untuk membiasakan diri dengan buku bacaan, pastikan untuk selalu mengingat pentingnya manfaat membaca buku pada anak.
Sabtu, 30 Maret 2019
Bunda Sebagai Agen Perubahan
Setelah melalui berbagai nhw, kini memasuki minggu terakhir dari nhw yang harus saya kerjakan. Dan lagi ini adalah nhw yang membuat diri saya harus dapat menjadi agen of change...
Everyone is changemaker. Mulailah pada diri sendiri, sekecil apapun perubahan itu. Khoirunnas anfauhum linnas. Kiranya itulah yang bisa menjadi panutan moto hidup saya. Karena kebahagiaan yang benar-benar bisa saya rasakan adalah bahagia yang bisa membuat kebermanfaatan untuk orang lain.
Sejak dulu memang saya sangat suka bersosialisasi tapi karena sifat minder saya dan ketidakpedean saya untuk tampil di depan maka sedikit demi sedikit tergerus arus dan akhirnya hanya bisa menjadi audience. Untuk menemukan passion dan kesukaan kembali saya harus menggali potensi diri saya.
Suka dan Bisa maka outputnya adalah passion. Dimana semua itu akan dilakukan dengan tanpa paksaan dan tanpa ada rasa lelah.
Kali ini di nhw 9 untuk menjadi changemaker maka saya akan sedikit mempetakan apa yang sudah menjadi hobi baru saya yaitu memasak.

Semoga bisa terealisasi dan bisa bermanfaat untuk sesama. aamiin...
Everyone is changemaker. Mulailah pada diri sendiri, sekecil apapun perubahan itu. Khoirunnas anfauhum linnas. Kiranya itulah yang bisa menjadi panutan moto hidup saya. Karena kebahagiaan yang benar-benar bisa saya rasakan adalah bahagia yang bisa membuat kebermanfaatan untuk orang lain.
Sejak dulu memang saya sangat suka bersosialisasi tapi karena sifat minder saya dan ketidakpedean saya untuk tampil di depan maka sedikit demi sedikit tergerus arus dan akhirnya hanya bisa menjadi audience. Untuk menemukan passion dan kesukaan kembali saya harus menggali potensi diri saya.
Suka dan Bisa maka outputnya adalah passion. Dimana semua itu akan dilakukan dengan tanpa paksaan dan tanpa ada rasa lelah.
Kali ini di nhw 9 untuk menjadi changemaker maka saya akan sedikit mempetakan apa yang sudah menjadi hobi baru saya yaitu memasak.

Semoga bisa terealisasi dan bisa bermanfaat untuk sesama. aamiin...
Langganan:
Postingan (Atom)
Rasanya aku wanita terkuat di dunia ini. Ya, aku sering menahan sakit ketika melihat orang terkasih sedang menikmatiku. Aku lebih mementingk...