Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 03 Juni 2026

Rasanya aku wanita terkuat di dunia ini. Ya, aku sering menahan sakit ketika melihat orang terkasih sedang menikmatiku. Aku lebih mementingkannya dibandingkan dengan kondisi badanku.


Seringnya, aku khawatir dia merasa tidak puas dengan pelayananku. Padahal aku manusia biasa. Manusia yang butuh juga untuk diperhatikan, butuh disayang, dan butuh dimengerti dengan cara dibantu pekerjaan rumah tangganya.


Aku sudah merelakan sisa hidupku untuk mereka yang hadir dalam kehidupanku. Aku tahu ini adalah takdir seorang wanita ketika dia memilih membangun sebuah rumah tangga. Katanya, ini jalan yang harus dilalui untuk mendapatkan ridhoNya.


Awalnya, kami menolak menerima perubahan itu. Lambat laun seiring berjalannya waktu, kami menerima semuanya dengan dalih inilah qadrat wanita. Wanita yang menjadi seorang anak, ibu, istri dan wanita itu sendiri. Sayangnya, kebanyakan dari kami memilih orang lain lebih bahagia ketimbang dirinya sendiri.


Kebiasaan ini yang akhirnya menjadikan kebanyakan wanita mengalami depresi yang berat. Mereka tidak bisa memerjemahkan apa yang mereka inginkan. Mereka tidak mampu mengeluarkan apa yang ada di dalam pikirannya. Justru karena dinamakan makhluk terkuat di belahan bumi ini, mereka mampu memendamnya sampai palung laut yang dalam.


Hingga pada akhirnya, mereka rela dirinya tersakiti tapi tidak ada yang tahu. Mereka tampak kuat di luar tapi nyatanya mereka memang makhluk yang rapuh.


Mengapa?


Karena mereka belum siap jika apa yang dirasakan lalu diungkapkan, justru caci maki yang didapatkan. Dan, itu belum siap untuk mereka terima. Termasuk aku salah satunya.


Aku terlalu berharap bisa bercerita leluasa kepada orang yang menjadikanku teman pendamping hidupnya. Bercerita tentang kehidupan sehari-hari. Apa yang dilalui seharian? bagaimana hari ini? Apakah menyenangkan?


Pertanyaan yang cukup sederhana, tapi sangat berarti bagiku. Itu menandakan dia pedulu terhadap kehidupanku.


Selama ini apa aku mendapatkannya?


Kadang. Tapi tidak setiap hari. Justru sebaliknya. Aku yang sering bertanya padanya. Harapanku hanya tinggal angan. Tak perlu direalisasikan karena itu semu.


Hanya ingin merubah mindset dalam hidupku bahwa berharap ke sesama manusia memang sangat menyakitkan. Inginku semua aku lakukan dalam rangka menjadi versi terbaik diriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rasanya aku wanita terkuat di dunia ini. Ya, aku sering menahan sakit ketika melihat orang terkasih sedang menikmatiku. Aku lebih mementingk...