Wikipedia
Hasil penelusuran
Jumat, 11 Juli 2025
Teringat masa yang sangat menyedihkan
Hai kamu... sudah sampai di waktu ini sudah sangat luar biasa. Kamu adalah orang terkuat. Kamu hebat bisa melewati itu semua. Jatuh bangun sudah dilalui meski harus melawan sendiri. Tetaplah menjadi dirimu yang penuh suka, ceria dengan segudang bakat yang kamu miliki.
Malam ini ku melihat tayangan orang dengan persiapan persalinannya. Rasanya terharu, bahagia, dan iri. Terharu karena mereka akan mempunyai keturunan, bahagia ikut merasakan kedekatan/bonding yang luar biasa dengan pasangan. Iri karena dulu aku tidak sematang itu mempersiapkan kehamilan dan persalinanku. Iri kenapa suamiku tidak seperti itu dulu.
Aku yang terbiasa sendiri, menghadapi semuanya seorang diri, bahkan tidak sekalipun cerita (curhat) dengan orang tua dari hati ke hati. Bertemu dengan pasangan yang sangat cuek, dan tidak bisa mengayomi pada saat itu. Saat itu aku berharap aku bisa menyandarkan kepalaku di pundaknya sebagai harapan yang tidak pernah aku salurkan. Harapan itu adalah aku merasa nyaman bersamanya, dan bisa menceritakan semua isi hatiku kepadanya. Namun, pernikahan baru saja berjalan 1 tahun dengan latar belakang yang tidak bisa disatukan dengan hitungan menit. Dan kami belum saling mengenal satu sama lain.
Perkenalan yang berjalan dengan hitungan bulan, membuatku harus berkorban perasaan, jiwa, dan raga. Terbersit menjadi orang lain (mantannya) yang multi talent untuk bisa mencuri perhatiannya. Namun, itu adalah kebodohan besar yang pernah aku lakukan. Aku tidak menyadari bahwa hal tersebut adalah kesalahan fatal yang pernah aku harapkan. Bahkan aku pernah menceritakan kepadanya apakah aku harus menjadi dia untuk bisa mencuri perhatianmu?
Tapi itu semua sudah berlalu. Hari ini Jum'at, 11 Juli 2025 hari di mana aku merasakan hal yang sangat ingin aku keluarkan. Ku mengingat semua perjuanganku. Membangun rumah tangga, melahirkan, mengasuh bahkan melawan diriku sendiri. Tangisku pecah sejadi - jadinya. Tidak ada yang tahu apa yang sedang aku rasakan. Aku hanya bisa menutupi kesedihanku di depan semuanya. Aku bisa menyelesaikan masalahku. Bahkan untuk mengeluarkan tangisku, aku pun harus mencari tempat ternyaman tanpa orang lain tahu. Ya Allah terimakasih telah memberikanku kelebihan ini. Semoga dengan ini aku bisa menjadi diri yang lebih kuat dan selalu bersyukur atas segala nikmat yang Kau berikan. Tegurlah diriku jika itu bisa membuatku kembali padaMu.
Jatirokeh, Jum'at, 11 Juli 2025, 20.37
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Anak yang Selalu Mengidolakan Ayahnya
Arsyel adalah anak kelas 3 MI yang ceria, tidak pernah diam, dan sering mengucapkan kata sayang untuk ibunya. Dia juga rajin mengaji dan sho...
-
ikhtiar, tawakal, berserah diri pada sang pencipta dan sabar... itulah kunci sukses kita... setelah semua dilaksanakan secara maksimal maka ...
-
Pertama kali diutus menggantikan ibu KS sebagai bagian dari panitia hbh pgri 2025. Sesampainya di ruangan, aku gak tau apa² tapi hanya duduk...
-
Alhamdulillah sampai juga di nhw 5. Tugas dari kuliah kehidupan ini semakin menantang dan semakin memberikan jalannya. Di Institut Ibu Profe...
"Setiap kesulitan ada kesempatan, setiap tantangan memberikan kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Jadi ketika kamu menemui kesulitan, jangan takut untuk menghadapinya secara langsung. Kamu akan menjadi lebih kuat pada akhirnya." ^^
BalasHapus