Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 30 Januari 2026

Aku sedang tidak.baik

 Hai bloggi,

Hari ini rasanya ko berat banget ya. Sedih, kecewa, marah tapi gak tahu ke siapa.

Dari pagi sampai siang si biasa aja hanya cuacanya yang gak mendukung. Hujan sepanjang hari. Kadang berhenti di tengah hari, tapi hujan turun lagi. Bahkan jas hujan menjadi pakaian dinas hari ini.

Hatiku juga lagi tidak baik² saja. Perasaanku membuncah ketika tahu sayur yang aku masak tadi pagi terlihat masih utuh di atas meja makan. Kecewa, dan sakit pastinya, meskioun aku tahu ada ayam yang siap menanti menyantap besok pagi.

Tapi bukan itu. Aku benar² hancur, disaat lagi seneng²nya masak, tiba² lihat sayur masih utuh saja aku merasa gak bisa menerimanya. Sepele, tapi itu mematahkanku. Bukan tidak bersyukur, tapi merasa kasihan aja, sudah bangun pagi, menyiapkan dari malam, tapi yang dilihat tidak dimakan.

Seharian di sekolah bertemu dengan anak – anak yang luar biasa aktif. Rasanya ingin sekali flashback mengajar anak usia remaja. Namun, sayangnya ada hati yang menolak itu. Kenapa? Tidak mau lagi memulai dari awal dengan adaptasi anak – anak SMP yang sangat rumit. Bagaimana tidak? Semakin besar anaknya maka semakin komplit masalahnya. Berbeda dengan anak SD hari ini ada masalah, besoknya dia menjalani hari dengan tidak terjadi apa – apa. Hanya yang kurang berkenan kebisingan suaranya. Mungkin hatiku yang sedang tidak dalam kondisi baik – baik saja.

Selepas pulang sekolah kemarin aku terima wa dari pak su harus jemput bocil. Padahal waktu sudah menunjukkan pkl 14.00 sedangkan bocil pulang pkl 13.15. Apakah dia masih bertahan di sekolah atau sudah beranjak dengan menunggu lebih dari 1 jam?

Dengan tanpa pikir panjang aku langsung bergegas mengendarai sepeda motor yang masih terparkir di depan rumah. Kondisi cuaca sedang tidak mendukung. Hujan pun datang dari pagi tak kunjung berhenti. Dengan menganakan APD diselimuti jaket didalamnya, dan atasan jas hujan berwarna hijau, aku tancap gas segera menuju sekolah anakku.

Disepanjang jalan aku berharap anakku masih ada di sekolah. Hampir saja sampai tujuan, jalanan macet karena ada acara yang sedang berlangsung di halaman pondok Alhikmah. Dengan tidak sabar aku menyusuri jalan tersebut mengikuti jalannya kendaraan yang ada di depannya. Setibanya di sekolah, sudah tidak terlihat satu orangpun yang ada di dalamnya.

“Ya, semua sudah pulang. Lalu kemana Arsyel?” gumamku dalam hati.

Sebuah pesan telah aku kirimkan ke pak su, mengabarkan bahwa kondisi sekolah sudah sepi. Sambil mengendarai sepeda motor dengan kecepatan 20km/jam, ku susuri jalan sambil tengok kanan dan kiri, berharap ada jejak Arsyel.

Di depan sebuah toko, aku berhenti memarkirkan motor dan duduk. Badanku mulai oleng, tenggorokanku gatal, perutku mulai terasa sakit akibat batuk yang tak kunjung berhenti. Sebelum mual datang batuk tidak akan berhenti. Ada seitar 5 menit menerima batuk yang tiba – tiba datang.

Ku lihat hp yang ada di kantong jaketku. Ada pesan yang masuk. Pesan itu datang dari pak Su.

Keman dia? Mungkin ke tumah temannya.

Ku balas pesannya dengan singkat.

Sudah dicari, ditelpon teman – temannya, tidak ada yang melihat.

Hampir satu jam kami menyusuri jalanan Benda. Sampai aku ditanya oleh seorang pengendara jalan.

“Mba, cari siapa?”

Dengan santai ku jawab, “anak saya pak, arsyel.”

Sulanjutkan perjalananku mencari Arsyel, tetapi pak su menginginkan agar aku pulang dan dia yang menunggu di sekolah. 

Sesampainya di rumah, aku dikejutkan dengan sepatu Arsyel yang sudah rapi bertengger di dekat tempat duduk, dan tas yang diletakkan di kamar tepat di atas tempat duduk. Alhamdulillah, anaknya sudah sampai rumah dengan selamat.

Namun, hati ini tak kunjung tenang, dengan siapa dia pulang. Ku pasang status whatsapp dengan menceritakan kronologi kejadian tadi. Tidak menunggu lama, ternyata orang baik menanggapi story ku. Dia menceritakan juga bagaimana bisa bertemu dan menawarkan anakku tumpangan.

Alhamdulillah, aku bersyukur anakku dikelilingi orang baik. Tinggal bagaimana aku menyikapinya. Kepanikan ini akulah yang membuatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak yang Selalu Mengidolakan Ayahnya

Arsyel adalah anak kelas 3 MI yang ceria, tidak pernah diam, dan sering mengucapkan kata sayang untuk ibunya. Dia juga rajin mengaji dan sho...