Kejadian kemarin benar-benar menguras tenaga dan pikiranku. Mulai dari memikirkan apa yang Mini katakan ke suami, menghasut suami supaya aku dibenci dan dicaci olehnya. Memberikan bukti yang menurut Mini kuat tapi aku percaya suami tidak sebodoh itu percaya padanya. Memikirkan batasan rumah tangga yang sudah dijebol oleh orang lain.
Overthinking ini membuatku gila. Semalaman ada kira-kira 30 menit aku mengurung diri di kamar. Sementara suami dan anakku sibuk dengan urusannya karena tidak berani menghampiriku yang sedang kacau. Mereka memberikanku ruang untuk menenangkan diri. Aku yang di dalam kamar meluapkan isi hati dan pikiranku. Ada rasa gagal menjadi istri dan ibu yang baik untuk mereka. Difitnah meski belum tentu kebenarannya. Ternyata begini ya dibully di dunia maya yang langsung ke sumbernya.
Alih-alih mengumpulkan bukti yang tidak akurat, dia ingin merusak keharmonisan rumah tangga kami. Tidak cukup sampai disitu saja, aku memberanikan diri untuk memberitahu suaminya apa yang dia lakukan sampai menghampiri suamiku. Dia tidak ingim menjadi satu-satunya korban. Dia ingin ada korban-korban lainnya.
Setelah selesai dengan kekacauanku di kamar, ku buka pintu kamarku. Mereka berdua tidak beranjak dari kamar belajar Arsyel. Keduanya menghampiriku. Memberikan pelukan hangat yang mereka bisa. Arsyel dengan ketulusannya memberikan kata - kata, "ibu Ace sedang belajar nih bu". Seolah memberikan upaya bahwa aku bisa bu membuat ibu tenang. Jangan bersedih lagi.
Sedangkan suami dengan segala upaya membuatku tersenyum. Dari ocehan recehnya, tingkahnya, dan lelucon yang membuat logikaku berjalan.
Terimakasih tak terhingga untuk kalian berdua. Meskipun aku kacau tapi kalian selalu ada di sampingku. Sifat kekanak-kanakan dan manjaku tidak bisa dihilangkan. Tidak akan begini jadinya kalau aku bercerita selain kepada kalian. Solutif. Berusaha membuatku tertawa. Kalau hal ini diketahui oleh bapak dan ibu, mereka justru akan panik dan bisa jadi masalahnya melebar.
Kalian berdua adalah semangatku untuk hidup dan bangkit kembali. Ketulusan kalianlah yang memberikanku arti untuk kembali tertawa. Semangatku dalam menjalani hari. Kalau seorang wanita bersedih, maka rumah akan terlihat sepi. Begitu yang mereka rasakan. Bahkan untuk bertanya mengapa pun mereka tidak berani. Hanya sentuhan lembut penuh kasih sayang yang bisa mereka berikan. Big thanks to our beloved family. Sehat selalu ayah dan Arsyel. Semoga selalu diberkahi Allah dalam setiap langkah dan aktivitas yang kalian lakukan. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar