Hari Perkiraan Lahir anakku maju dua hari s dari perkiraan prediksi bidan. Keputusan bapak yang merekomendasikan untuk bersalin di rumah sakit, akhirnya terealisasi. Suamiku tidak bisa membuat keputusan karena saat itu posisinya serba salah. Dia bingung harus bagaimana, sedangkan saat itu yang aku butuhkan adalah keteguhan dan ketegasan suami sebagai calon bapak.
Karena merasa tidak punya wewenang dengan dalih bapak selalu ikut campur urusan kami, maka mau tidak mau, suka tidak suka kami mengikuti alur bapak. Suami sebenarnya gemes dengan cara bapak memperlakukan kami. Dulu ibu saja melahirkan tiga orang anak dengan bantuan bidan yang sama, mengapa kali ini harus lari ke rumah sakit.
Namun, itu hanya manis di mulut saja. Suami belum bisa menyampaikan pendapatnya. Selama ini, pendapat suami selalu dibantah oleh bapak, sehingga tidak punya ruang untuk ngomong.
Sesampainya di rumah sakit pembukaan masih stuck di pembukaan satu. Dan aku mulai gelisah karena belum mendapatkan tempat atau kamar untuk istirahat. Sedangkan perut sudah mulai terasa mules. Tapi belum teratur. Semakin di dalam kamar IGD terlalu lama, maka konsentrasiku tidak bisa terpecah. Aku fokus dengan rasa sakit yang akan datang, entah kapan waktunya.
Aku mulai gelisab dan ingin pulang saja. Tetapi sudah masuk RS maka tidak bisa keluar begitu saja. Sedangkan bidan yang mendampingiku, tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah diserahkan ke RS. Hatiku mulai panik dan gak leluasa. Akhirnya aku harus menerima apa yang sudah menjadi keputusanku. Aku merasa berjuang sendiri. Ibu dan bapak tidak bisa mengusahakan supaya bisa keluar dari rumah sakit.
Dua jam pun berlalu, aku sudah bisa pindah di ruang perawatan. Beberapa menit kemudian bidan datang ke ruanganku. Dia melakukan pengecekkan, dan baru pembukaan dua. Rasanya gak sabar menunggu pembukaan lengkap. Sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 17.00.
Bapak dan ibu pulang. Tinggal aku dan suami ditemani temannya yang membawa proyek sekolah ke rumah sakit. Kebetulan suamiku dipasrahi tugas di bagian waka sarpras dan sedang diamanahi proyek pembangunan kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar