Aku yang saat ini diamanahi untuk merawat uyut berasa kaya balas budi atas apa yang dulu uyut perbuat untukku. Mulai dari kalau liburan sekolah pergi ke rumah beliau saat masih kecil. Nginep di sana sampai berhari - hari. Lagaknya kaya orang yang berani tanpa orang tua, dan mau ditinggal ketika ibu dan bapak dinas. Nyatanya, setelah baru dua hari saja tidur bareng uyut minta pulang dijemput ibu. Gaya banget kan aku. 😆
Belum lagi kalau pagi, uyut menyediakan sarapan sebelum beliau pergi ke pasar. Pernah suatu ketika aku bangun subuh, beliau sudah gak ada di sampingku. Aku tahu beliau sudah sibuk dengan dagangannya di pasar. Semua sudah disiapkan di meja. Makanan, camilan, bahkan ada jajan basah yang sangat aku suka. Namanya kueku. Kue merah yang terbuat dari tepung ketan berisi kacang hijau di dalamnya. Pokoke pulen banget. Sampai sekarang masih berasa rasa khas dari kue itu.
Selain itu, kalau aku bosan di rumah uyut, aku minta ikut ke pasar pagi-pagi menemani uyut berdagang. Berangkat pukul 05.30 wib dan pulang pukul 12.30 wib. Di lapaknya terdapat berbagai macam dagangan. Tetapi uyut hanya fokus ke pakaian. Sandang untuk keperluan sehari-hari. Ada gamis, batik, baju anak-anak dan baju lainnya.
Untuk mengatasi rasa bosanku, aku bermain layaknya pedagang dan pembeli. Properti yang aku gunakan yaitu bahan dagangan uyut yang masih tersimpan rapi di lemari. Tak jarang uyut pun memarahiku. Tapi marahnya beliau adalah wujud rasa sayang nenek ke cucunya.
Biasanya kalau sudah sampai pasar aku dibelikan sarapan. Sesekali aku mencarinya di sekeliling. Tak lama beliau muncul membawa sarapan dan aneka jajan pasar. Ada getuk, serabi, dan kue lapis. Teman-teman uyut juga paham kalau liburan, aku pasti ikut uyut ke pasar.
Mengingat cerita waktu kecil bersama beliau, kini saatnya aku membalas budi baiknya. Beliau yang tinggal bersamaku sudah tidak sekuat dan setangguh dulu. Badannya yang lemah butuh untuk ditopang. Kehadiran keluarganya menjadi semangat hidupnya saat ini. Aku hanya bisa membantu apa yang aku mampu. Aku harap kesibukan dan kelelahanku merawatnya bisa membantu meringankan bebannya. Aku tahu ini tidak seberapa dengan yang beliau lakukan. Paling nggak aku hadir untuknya.
Terimakasih uyut jasamu akan aku kenang selalu. Sehat selalu. 😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar