Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 27 Februari 2026

Flashback Teaching on my Own Subject

Rutinitasku sekarang adalah menjadi pembelajar, dan pendidik. Pembelajar untuk diri sendiri dan pendidik untuk keluarga dan orang lain. Tidak disangka dulu saat masih berada di naungan BUMN menjadi Front Liner di salah satu transportasi di Indonesia, aku sempat berpikir, "Enak kali ya kerja pagi pulang siang dengan seragam khaki." Allah Maha Baik. Setelah lima tahun berkecimpung menjadi full time mommy, lanjut menjadi working mom.

Semua sudah Allah atur. Setelah Arsyel cukup waktu untuk dilepas mandiri dan bersosial, kini aku yang harus menjalani rutinitas sebagai working mom. Atas izin suami dan orang tua, aku masuk di salah satu sekolah yang letaknya tidak jauh dari rumahku. Cukup dengan jalan kaki lima menit maka aku sudah sampai di tujuanku. 

Mengajar di kelas menengah pertama dengan mapel bahasa Inggris menjadi ajang yang gampang - gampang susah. Gampang untuk penyampaian materi dan pengkondisian siswanya tetapi susah dalam hal kenakalan remajanya. Ada.... aja gebrakannya. Mulai dari merokok, tawuran sampai dengan cinta monyet. Sehari tidak berangkat alasannya sakit, dua, tiga hari harus home visit ke rumah yang bersangkutan. Usia anak yang sedang mencari jati diri memang sangat rentan. Ajang penasaran yang sangat tinggi menjadikan mereka mencoba segala cara yang menurutnya patut untuk dicoba. 

Dalam kondisi inilah peran sekolah dan keluarga sangat penting untuk bekerja sama. Karena dengan adanya kerjasama maka mereka akan mudah terpantau oleh orang tua baik di rumah maupun di sekolah.

Tiga tahun berkecimpung dengan anak remaja, aku mengikuti seleksi PPPK di daerah Brebes. SK penempatanku tidak bisa sesuai dengan mapel yang diampu. Qadarullah, aku ditempatkan di SD yang tidak jauh dari rumah juga. Bedanya di tempat yang baru harus pakai akomodasi kendaraan bermotor. Cukup lima menit dari rumah sudah sampai sekolah.

Suasana baru aku rasakan. Tadinya memegang mata pelajaran bahasa Inggris, sekarang berpindah menjadi guru kelas. Kelas tiga yang harus aku ampu. Adaptasi yang aku lakukan tidak cukup singkat. Butuh waktu lama. Tidak hanya waktu tetapi juga tentang kondisi anak - anaknya. Yang biasanya menghadapi anak yang sudah bisa dikondisikan tapi kali ini berhadapan dengan anak - anak berumur enam tahun sampai 13 tahun. 

Pengkondisian peserta didik yang awalnya sangat susah, sudah mulai tertata. Intinya materi tersampaikan tapi pembentukan karatker yang lebih diutamakan. Pendekatan siswa yang membutuhkan waktu cukup lama ini, aku lakukan dengan cukup mudab. Tidak ada tantangan yang sulit untuk menaklukan mereka.

Alu diamanahi menjadi guru kelas 3. Tetapi aku juga tidak lantas melepaskan basic teaching yang sudah membesarkan namaku. Di kelas 5, dan 6 aku memegang mapel bahasa Inggris. 

Suasana yang sangat hangat ketika aku masuk di dua kelas itu. Seolah - olah nyawaku hadir kembali. Mengajar bahasa Inggris di kelas atas membuatku menjadikannya penyemangat dan efek healing setelah bersikeras mengajar di kelas 3. Rasanya ruhku kembali seperti sedia kala. Basic mapelku kembali.

Aku sangat menikmati fase ini. Harapanku bisa menjadikan lingkungan kerjaku saat ini untuk penyemangat dalam hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Flashback Teaching on my Own Subject

Rutinitasku sekarang adalah menjadi pembelajar, dan pendidik. Pembelajar untuk diri sendiri dan pendidik untuk keluarga dan orang lain. Tida...